Farmacare Blog

oleh Farmacare CX 3 Maret 2026
Halo, Farmapreneur! Salah satu langkah yang memungkinkan Apoteker untuk berperan aktif dalam swamedikasi masyarakat adalah melalui Daftar Obat Wajib Apotek (DOWA). Secara sederhana, DOWA merupakan daftar obat keras tertentu yang secara legal dapat diserahkan oleh Apoteker kepada pasien tanpa resep dokter. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kemandirian masyarakat dalam mengatasi keluhan ringan secara aman dan rasional. Landasan Hukum dan Tujuan DOWA Pemerintah telah mengatur penyerahan obat ini melalui beberapa Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) yang diterbitkan secara bertahap. Berikut tiga landasan hukum utama yang perlu diketahui oleh praktisi di apotek maupun masyarakat: DOWA No. 1 (Kepmenkes No. 347/1990): Menjadi pijakan awal untuk mendukung program pemerintah dan pengobatan penyakit dasar. DOWA No. 2 (Kepmenkes No. 924/1993): Perluasan daftar obat untuk menangani penyakit dengan angka kejadian (prevalensi) tinggi di masyarakat. DOWA No. 3 (Kepmenkes No. 1176/1999): Penambahan cakupan untuk sistem organ yang lebih spesifik, seperti pencernaan dan muskuloskeletal. Mengenal Perbedaan DOWA No. 1, 2, dan 3 Meski tujuannya sama, setiap kategori DOWA memiliki karakteristik dan batasan teknis yang berbeda yang wajib dipahami oleh praktisi di apotek sebagai berikut : Fokus Penyakit dan Jenis Obat: DOWA 1 cenderung berfokus pada layanan kontrasepsi (Pil KB) dan gangguan pernapasan umum seperti asma (Salbutamol). DOWA 2 lebih diarahkan untuk mengatasi infeksi jamur kulit (Ketoconazole) dan nyeri ringan hingga sedang (Ibuprofen). DOWA 3, cakupannya meluas hingga ke area penyakit metabolik seperti asam urat (Allopurinol) serta masalah lambung (Ranitidine). Ketentuan Teknis Penyerahan: Terdapat batasan tertentu yang harus diperhatikan demi menjaga profil keamanan pasien: DOWA 1: Menekankan pada riwayat pasien, terutama untuk kontrasepsi yang memerlukan pemantauan melalui kartu pasien. DOWA 2: Mayoritas daftar obatnya merupakan sediaan luar (topikal) seperti krim atau salep. DOWA 3: Sangat memperhatikan dosis dan jumlah sediaan. Sebagai contoh, Allopurinol hanya boleh diserahkan maksimal 10 tablet untuk dosis 100mg. Berikut adalah rincian obat beserta ketentuannya: DOWA 1
Diagram showing the process of pharmacy document management with digital interfaces and a pharmacist using a tablet.
oleh Farmacare CX 3 Maret 2026
Apa Itu Aplikasi SIAP Apoteker? Panduan Lengkap SIAP, SKP, SIPA & Izin Apotek 2026 Pelajari apa itu aplikasi SIAP untuk apoteker Indonesia. Panduan lengkap pengelolaan SKP, SIPA, serta perubahan izin apotek dan praktik apoteker sesuai regulasi terbaru
Seorang apoteker mengambil obat dari rak di apotek.
oleh Farmacare CX 26 Februari 2026
Halo Farmapreneur! Tahukah Anda bahwa mengelola stok sediaan farmasi di apotek ibarat menjaga jantung bisnis kesehatan Anda tetap berdetak? Jika pengelolaannya tidak rapi, operasional dapat "tersumbat" dan pelayanan kepada pasien pun pasti ikut terhambat. Manajemen stok yang efektif bukan cuma soal tumpukan kotak di rak, tapi strategi pintar supaya apotek Anda tetap profit dan terpercaya. Mengapa Anda Wajib Mengelola Stok? Selain untuk menjamin kelancaran operasional sesuai standar regulasi, pengelolaan stok bertujuan untuk : Menjamin Ketersediaan Obat: Agar saat dibutuhkan pasien, obat tersedia dalam jumlah dan dosis yang tepat. Efisiensi Operasional: Menjaga stok tetap optimal dan terhindar dari overstock maupun kekosongan yang merugikan. Menjaga Kualitas & Keamanan: Memastikan penyimpanan sesuai standar serta memantau tanggal kedaluwarsa dengan metode FEFO dan FIFO. Mencegah Kerugian Finansial: Meminimalisir risiko barang hilang, rusak, atau kedaluwarsa. Akurasi Data: Melakukan stock opname rutin untuk mencocokkan fisik dengan catatan kartu stok. Acuan Pengadaan: Menjadi dasar perencanaan pembelian ke PBF agar lebih efektif. Apa Kata Permenkes Soal Pengelolaan Stok Farmasi? Peraturan mengenai pengelolaan stok sediaan farmasi sudah jelas tertuang dalam Permenkes No. 73 Tahun 2016. Regulasi ini mengatur siklus manajemen sediaan farmasi, alat kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) agar tetap aman, efektif, dan efisien. Berdasarkan Pasal 3 Ayat 1 (a), berikut adalah tahapan pengelolaan yang wajib diterapkan di apotek : a. Perencanaan Dalam membuat perencanaan pengadaan, Anda perlu memperhatikan pola penyakit, pola konsumsi, serta budaya dan kemampuan masyarakat sekitar. Jadi, stok yang disediakan benar-benar tepat sasaran. b. Pengadaan Untuk menjamin kualitas pelayanan, pengadaan sediaan farmasi wajib melalui jalur resmi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pastikan supplier memiliki legalitas yang jelas. c. Penerimaan Tahapan ini penting untuk menjamin kesesuaian jenis, spesifikasi, jumlah, mutu, waktu penyerahan, dan harga yang tertera dalam Surat Pesanan (SP) dengan kondisi fisik yang diterima di apotek. d. Penyimpanan Obat wajib disimpan dalam wadah asli pabrik dengan label yang jelas mencantumkan nama, nomor batch , dan tanggal kedaluwarsa guna mencegah kontaminasi. Simpanlah pada kondisi yang sesuai untuk menjaga stabilitasnya dan pisahkan dari barang lain. Tips: Susun obat secara alfabetis berdasarkan bentuk sediaan dan kelas terapinya. Gunakan sistem FEFO (kedaluwarsa terdekat keluar dulu) dan FIFO (stok lama keluar dulu) untuk mencegah kerugian. e. Pemusnahan Produk rusak atau kedaluwarsa wajib dipisahkan agar tidak bercampur dengan stok layak pakai. Pemusnahan narkotika/psikotropika wajib disaksikan Dinas Kesehatan, sedangkan obat lain disaksikan tenaga kefarmasian setempat, disertai Berita Acara Pemusnahan (Formulir 1). Resep yang sudah disimpan lebih dari 5 tahun juga dapat dimusnahkan dengan cara dibakar dan dilaporkan (Formulir 2). Terkait produk recall dari BPOM, apotek wajib mengikuti instruksi penarikan secara ketat. f. Pengendalian Pengendalian dilakukan agar stok tetap optimal. Pantau setiap pergerakan barang menggunakan kartu stok (manual atau elektronik) yang memuat nama obat, tanggal kedaluwarsa, jumlah masuk/keluar, dan sisa saldo. g. Pencatatan dan Pelaporan Dokumentasikan seluruh alur barang sejak surat pesanan, faktur, kartu stok, hingga nota penjualan. Lakukan pelaporan internal untuk manajemen apotek dan pelaporan eksternal (seperti laporan narkotika/psikotropika) sesuai kewajiban regulasi. Mau Kelola Stok Tanpa Ribet? Nah, biar nggak ribet mencatat kartu stok secara manual yang rawan kesalahan, Anda bisa gunakan software apotek seperti Farmacare. Dengan bantuan fitur digital, semua poin di atas bisa Anda kelola dengan lebih cepat, akurat, dan otomatis!
Papan petunjuk alur kerja apotek, dua apoteker di konter, rak-rak berisi obat-obatan.
oleh Farmacare CX 26 Februari 2026
SOP Apotek Pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan BMHP, Pelayanan Farmasi Klinis, dan SOP Pendukung
Office desk with medicine boxes, calculator, laptop, invoice, pen, and financial papers.
oleh Farmacare CX 26 Februari 2026
faktur, invoice, PBF, PPN, batch, expiry dates
oleh Farmacare CX 18 Januari 2026
Jika kamu ingin melakukan perbaikan (turnaround) tapi belum siap beralih ke aplikasi, kamu bisa saja melakukannya secara manual. Namun, bersiaplah: ini akan menguras keringat dan membutuhkan disiplin baja. Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk membereskan kekacauan tersebut: Langkah 1: "Puasa" Operasional & Stok Opname Total Kamu tidak bisa merapikan kapal yang sedang bocor sambil terus berlayar tanpa henti. Tindakan: Tutup apotek selama 1-2 hari (atau lakukan setelah jam operasional). Manual Way: Hitung fisik seluruh barang. Catat di kertas plano besar berdasarkan rak. Jangan ada satu strip pun yang terlewat. Ini adalah "Titik Nol" kamu. Tanpa data awal yang akurat, upaya turnaround akan sia-sia. Langkah 2: Audit "Obat Mati" & Barang ED Apotek berantakan biasanya karena rak dipenuhi barang yang tidak laku atau sudah kadaluwarsa. Tindakan: Pisahkan barang yang tidak pernah laku dalam 3 bulan terakhir. Manual Way: Buat buku khusus "Barang Mati". Catat tanggal kadaluwarsa (ED) setiap barang di buku besar. Beri label stiker warna pada box obat: Merah (ED < 6 bulan), Kuning (ED 6-12 bulan). Tim apotek harus mengecek label warna ini secara manual setiap minggu. Langkah 3: Re-Strukturisasi Rak (Alfabetis vs Farmakologi) Rak yang berantakan adalah sumber utama kesalahan pemberian obat. Manual Way: Tata ulang rak secara alfabetis (A-Z). Pasang label nama obat yang jelas di bibir rak. Disiplinnya: Petugas dilarang keras menaruh obat di tempat yang salah. Jika salah letak, Kamu akan kehilangan barang tersebut karena secara manual tidak punya fitur "Search". Langkah 4: Paksa "Budaya Mencatat" Detik Itu Juga Inilah bagian tersulit dalam merapikan apotek secara manual. Tindakan: Pasang kartu stok di setiap item obat. Aturan Main: Jika ada penjualan 1 tablet, tulis saat itu juga. Jika ada barang datang, tulis saat itu juga. Risiko: Di tengah antrean pasien yang ramai, staf biasanya lupa mencatat. Dalam sistem manual, lupa mencatat = data rusak. Tim apotek harus memeriksa seluruh kartu stok setiap malam sebelum pulang untuk memastikan semuanya sinkron. Langkah 5: Rekapitulasi Keuangan "Buku Hitam" Berhenti menebak-nebak sisa saldo di laci. Manual Way: Sediakan satu buku besar untuk mencatat uang keluar (biaya operasional, bayar PBF) dan uang masuk. Tantangan: Setiap faktur yang datang harus segera diarsip dan dijadwalkan tanggal jatuh temponya di kalender meja. Jika kalender hilang, kamu siap-siap diblok oleh PBF. Kesimpulan: Kapan Harus Berhenti Berjuang Manual? Merapikan apotek yang berantakan dengan cara manual adalah cara yang sangat bagus untuk memahami "rasa sakit" dalam mengelola data. Kamu akan sadar bahwa: Kamu menghabiskan 80% waktu untuk administrasi, bukan melayani pasien. Kamu sulit mengambil keputusan karena data ada di ribuan lembar kertas. Tim apotek akan sangat stres karena beban kerja administratif yang tinggi. Jika setelah 30 hari melakukan cara manual ini kamu merasa "Saya lelah, saya ingin fokus jualan saja," maka itu adalah sinyal bahwa apotek sudah mulai tumbuh dan butuh bantuan sistem otomatis seperti Farmacare. Turnaround manual itu mungkin, tapi turnaround dengan digital itu jauh lebih berkelanjutan.
ewas pbf,laporan ewas, e-report pbf, pelaporan e-report farmasi
oleh Farmacare CX 18 Desember 2025
Penjelasan lengkap e-was dan e-report PBF: perbedaan, data yang dilaporkan, risiko, dan tips agar pelaporan farmasi lebih mudah.
Logo berbentuk salib berwarna biru kehijauan dan kuning dengan tulisan
oleh Farmacare CX 16 Desember 2025
Pendaftaran Rekam Medis Elektronik SatuSehat untuk Praktek Dokter di Apotekmu!
Seseorang menyerahkan dokumen kepada orang lain di lingkungan kantor.
oleh Farmacare CX 18 November 2025
1. Tentukan posisi yang paling cocok dengan keahlianmu Bidang farmasi luas: retail, rumah sakit, distribusi, industri, klinik, BPJS, hingga QA/QC. Semakin jelas tujuanmu, semakin mudah menyesuaikan CV, persiapan, dan strategi. 2. Update CV dengan format yang simpel & mudah dibaca Pengelola sarana apotek/distributor biasanya screening cepat (10–20 detik). Pastikan CV-mu memuat: Pengalaman kerja yang relevan Keahlian teknis (SIMONA, SIPNAP, dispensing, stock opname, pengadaan, peracikan, dsb.) Sertifikasi (STRA, pelatihan Farmacare, dsb.) Kesiapan mengurus SIPA, standby/nonstandby, dsb 3. Tulis pengalaman menggunakan aplikasi Farmacare atau sistem digital lain Banyak apotek kini memakai aplikasi manajemen modern. Sebut merek aplikasi yang pernah kamu pakai atau skills digital yang kamu kuasai. Ini sering menjadi nilai plus besar! 4. Bangun portofolio sederhana—walau hanya pengalaman operasional sederhana Misalnya: Cara kamu mengelola stok Mengatasi selisih obat Meningkatkan layanan pelanggan Pengalaman menangani resep kompleks Tulis dalam poin, masukkan ke CV atau LinkedIn. 5. Gunakan foto profesional & komunikatif di CV Pencahayaan baik, pakaian rapi, ekspresi ramah. Ini meningkatkan trust saat seleksi awal — terutama untuk posisi yang berhubungan dengan pasien. 6. Sebarkan lamaran ke banyak tempat sekaligus Semakin luas jangkauanmu, semakin besar peluangnya. Cari lowongan mana saja yang paling relevan buat kamu di Loker Farmasi Farmacare . Per hari ini (17 Nov 2025), sudah ada 700 loker, pasti ada yang sesuai untukmu! 7. Sesuaikan lamaranmu dengan tiap apotek/perusahaan Hindari “copy-paste” surat lamaran untuk lowongan berbeda. Highlight keahlian yang paling relevan untuk tiap tempat kerja: Jika apotek ramai: kecepatan & ketelitian dispensing. Jika distribusi: administrasi & kepatuhan BPOM. Jika klinik: kemampuan komunikasi & edukasi pasien. 8. Latihan menjawab pertanyaan interview paling umum Contohnya: “Kasus tersulit yang pernah kamu tangani?” “Bagaimana kamu memastikan obat tidak salah ambil?” “Apa pengalamanmu dengan obat narkotika/psikotropika?” “Bagaimana menghadapi pasien yang sulit?” Latihan membuatmu lebih percaya diri dan terdengar profesional. 9. Tunjukkan komitmen pada etika & kepatuhan Apotek dan distributor sangat memperhatikan kepatuhan: STRA, SIPA, narkotika, batch & ED, Satu Sehat, retur, audit. Tekankan bahwa kamu paham prosedur dan bertanggung jawab. 10. Tetap aktif belajar dan upgrade keahlian Ikuti webinar, kursus singkat, atau sertifikasi kecil seperti: Manajemen apotek dasar Pencatatan obat wajib lapor Pelatihan komunikasi dengan pasien Aplikasi apotek/distributor Semakin lengkap skill kamu, semakin cepat kamu “naik kelas”.
Tangan memegang spidol, menggambar garis pemuatan di bawah kata
oleh Farmacare CX 17 November 2025
1) Tidak mencantumkan nama apotek. Hanya menulis “apotek di daerah X membutuhkan…” membuat iklan terkesan kurang kredibel. 2) Tidak menuliskan area/lokasi apotek. Ini kesalahan mendasar, tetapi tetap sering terjadi. Puluhan poster yang kami temukan tidak menyebutkan lokasi apotek sama sekali. 3) Rentang kualifikasi terlalu luas. Misalnya mencantumkan “Asisten Apoteker” dengan syarat mulai dari SMK Farmasi hingga S1 Farmasi. Lulusan S1 bisa mengira gajinya di bawah standar, sementara lulusan SMK merasa tidak percaya diri bersaing. 4) Iklan hanya berupa teks di grup WhatsApp/Facebook. Tanpa poster dan tanpa kontak jelas (telepon/email), iklan sulit dibagikan ke teman atau grup lain. Frasa “balas pesan ini untuk melamar” sangat membatasi jangkauan iklan. 5) Desain kurang menarik. Kualitas gambar buram dan penggunaan font sulit dibaca membuat iklan tidak menonjol dan cenderung di-skip. Bonus – Kesalahan ke-6: Penyebaran poster hanya di 1–2 media sosial. Padahal, jika dipasang di Loker Farmasi Farmacare , lowonganmu bisa menjangkau jauh lebih banyak talenta farmasi, sehingga peluang apotekmu mendapatkan pegawai yang andal menjadi jauh lebih besar. Tunggu apa lagi, segera submit loker kamu di link berikut ini ya!
Orang yang memakai sarung tangan menulis di atas kertas di dekat nampan berisi botol putih, beberapa dengan tutup merah.
oleh Farmacare CX 17 November 2025
UPDATE: Kamu bisa mengunduh template laporan SIPNAP siap pakai di halaman Templates Farmacare
Google for Startups Accelerator untuk Asia Tenggara, berfokus pada AI. Angkatan 2025 di Indonesia. Logo startup peserta.
oleh Farmacare CX 15 Oktober 2025
Sejak awal, Farmacare mengemban misi untuk membantu pengelola & pegawai apotek komunitas agar bisnis apotek menjadi sehat dan terus bertumbuh. Salah satu caranya adalah mengadopsi berbagai teknologi terkini ke dalam aplikasi. Mulai dari teknologi cloud, PWA (Progressive Web Apps), websocket, payment gateway, hingga yang terbaru adalah QRIS. Seiring AI menjadi topik hangat dalam tiga tahun terakhir, Farmacare terus memantau momentum yang tepat untuk mengadopsi teknologi ini. Kami meyakini bahwa AI akan memegang peran krusial dalam membantu pengelola apotek. Namun, kami juga berkomitmen untuk tidak mengadopsi AI secara gegabah. AI yang tidak disiapkan dan dilatih dengan cermat justru berpotensi menimbulkan kesalahan (sering disebut 'halusinasi') atau menghasilkan interaksi yang terasa kaku dan kurang solutif. Oleh karena itu, tim Farmacare memutuskan untuk menggali ilmu langsung dari para pakar di Google, melalui partisipasi kami dalam program Google for Startups Accelerator Southeast Asia (AI Focused). Dari lebih dari 200 tim pendaftar, Farmacare dengan bangga terpilih sebagai salah satu peserta program bergengsi ini. Acara Bootcamp Intensif Bersama 19 tim terpilih lainnya, kami telah menuntaskan bootcamp intensif selama lima hari di kantor Google Indonesia di Jakarta. Selama bootcamp, kami mengeksplorasi berbagai potensi adopsi teknologi AI. Salah satu hasilnya, yaitu fitur AI untuk pembacaan faktur otomatis, telah kami implementasikan dan siap dirilis minggu depan! Mengenai proyek AI kami berikutnya, kami belum bisa berbagi detail lebih lanjut. Namun, satu hal yang pasti: kami berkomitmen penuh untuk menghadirkan fitur-fitur AI yang akan sangat menyederhanakan operasional kamu sebagai pengelola apotek. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Google Indonesia serta KomDigi atas penyelenggaraan acara Accelerator AI ini, serta kepada tim engineer dan mentor yang telah berbagi ilmu. Tak lupa, kami juga berterima kasih kepada seluruh pengelola apotek pengguna Farmacare atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan kepada kami untuk terus berkarya dan berinovasi. Semoga bersama, kita dapat menyaksikan apotek dan sektor farmasi Indonesia terus berkembang, memberikan layanan terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat.
Software terbaik
oleh Farmacare CX 17 Maret 2025
Di era digital ini, software apotek menjadi kebutuhan penting bagi pemilik apotek di Indonesia. Dari sekian banyak pilihan, tim Farmacare telah mengidentifikasi 3 software yang layak dipertimbangkan, berdasarkan kriteria: Fokus pada Kebutuhan Apotek: Software yang ideal dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan operasional apotek, bukan sekadar modul tambahan dari sistem klinik. Berbasis Online: Aplikasi online menawarkan fleksibilitas, aksesibilitas, dan kemudahan pembaruan, berbeda dengan aplikasi offline yang cenderung rumit dalam pemeliharaan. Pengalaman dan Reputasi: Software dengan basis pengguna yang luas dan pengalaman bertahun-tahun cenderung lebih stabil dan memiliki fitur yang lebih matang. Konektivitas Ekosistem: Dengan PSEF untuk berjualan online maupun dengan PBF-PBF pemasok sediaan farmasi. Berikut adalah 3 software apotek terkemuka di Indonesia: Farmacare.id Menawarkan fitur lengkap dengan antarmuka yang ramah pengguna. Proses implementasi yang cepat: operasional dalam 3 hari, pengendalian stok dalam 3 minggu, dan modernisasi apotek secara menyeluruh dalam 3 bulan. Punya modul RME dan eResep untuk menghubungkan dokter ke apotek. Integrasi dengan puluhan distributor farmasi (PBF) di seluruh Indonesia. Menyediakan komunitas, webinar edukatif, dan program pengembangan farmapreneur. Terintegrasi dengan ApotekOnline untuk terhubung ke marketplace seperti Tokopedia dan Shopee. VMedis Merupakan salah satu pemain lama di pasar software apotek. Menawarkan fitur yang komprehensif, termasuk modul untuk klinik. Fokus pada pengendalian stok untuk mencegah kebocoran. Menawarkan opsi langganan "PAKET UNLIMITED". Memiliki Modul VMedisMart untuk penjualan daring. GPOS Lite Menyediakan fitur yang cukup lengkap untuk pengelolaan apotek. Terintegrasi dengan GoApotik untuk penjualan di Tokopedia dan Shopee. Didukung oleh ekosistem Dexa Group, memungkinkan pembelian langsung dari distributor AAM dan afiliasinya. Memiliki layanan bantuan 24 Jam. Pertimbangan Tambahan: Selain fitur dan fungsionalitas, penting juga untuk mempertimbangkan kemudahan penggunaan dan dukungan pelanggan yang cepat tanggap dan solutif. Sebelum memilih software, sebaiknya lakukan uji coba atau demo untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan apotek Anda. Perhatikan perkembangan regulasi yang terkait dengan digitalisasi apotek, untuk memastikan software yang dipilih memenuhi standar yang berlaku. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, Anda dapat memilih software apotek yang paling sesuai dengan kebutuhan dan membantu meningkatkan efisiensi operasional serta omset apotek Anda. Untuk informasi lebih lanjut tentang Farmacare dan konsultasi gratis , silakan isi formulir yang tersedia di bagian atas halaman ini ya!
Kalkulator telepon pintar, uang euro, kertas, pena, dan catatan tempel berwarna-warni pada permukaan merah muda.
oleh Farmacare CX 6 Januari 2025
Dengan fitur ini, apotek dapat mengelola faktur konsinyasi. Diharapkan dapat membantu apotek untuk mengelola & mempermudah proses barang konsinyasi. Berikut langkah-langkah menginput faktur konsinyasi di sistem Farmacare :
Kalkulator telepon pintar, uang, kertas, dan pena pada permukaan merah muda.
oleh Farmacare CX 19 November 2024
Cara Mencatat Supplier di Farmacare
Ilustrasi abstrak dengan bentuk-bentuk berwarna biru kehijauan, persik, oranye, dan kuning; garis putus-putus melapisi.
oleh Farmacare CX 5 November 2024
Untuk mencatat data pembeli di kasir, kamu dapat mengikuti langkah berikut: Buka menu kasir Klik + penjualan Klik pembeli > Nama Pembeli Jika data pembeli belum tersedia, klik + Nama pembeli > masukan data pembeli Klik simpan Cari dan klik nama pembeli yang sudah diinput Lanjutkan transaksi Untuk melihat daftar nama pembeli, masuk ke menu kasir > pembeli
Ilustrasi abstrak dengan bentuk biru, koral, dan kuning, dengan hamparan lingkaran putus-putus.
oleh Farmacare CX 4 November 2024
Sekarang kamu dapat menentukan harga jual barang khusus. Harga jual khusus tersebut dapat diatur berdasarkan mitra kerjasama (contoh: dokter, nakes, rumah sakit, member, atau asuransi). Kamu dapat menentukan barang apa saja yang akan kamu beri harga khusus untuk masing-masing mitra
Kalkulator dan uang di atas dokumen, dengan catatan tempel warna-warni dan pena di latar belakang merah muda.
oleh Farmacare CX 24 Oktober 2024
Dengan fitur ini, kamu sebagai pemilik apotek dapat membayarkan faktur pembelian ke supplier/ PBF menggunakan sistem Farmacare. Keuntungan melakukan pembayaran lewat Farmacare: Tidak perlu transfer ke supplier/PBF satu per satu Tidak perlu khawatir salah transfer (salah rekening, salah jumlah, salah faktur) Dapat menggabungkan pembayaran Faktur dari Farmacare Order dan Faktur Manual Pembayaran melalui Virtual Account (VA) Bank pilihanmu (BCA, BNI, BRI, Mandiri, Permata, Sahabat Sampoerna) Tidak ada batasan jumlah supplier yang ingin kamu lunasi dalam sekali bayar Tidak ada batasan jumlah faktur yang ingin kamu lunasi dalam sekali bayar Sebelum memulai, kamu perlu memastikan data supplier/PBF kamu sudah lengkap.
Bentuk abstrak dalam warna teal, koral, dan kuning. Lingkaran putus-putus tumpang tindih dengan bentuk kuning.
oleh Farmacare CX 17 Oktober 2024
UPDATE OKTOBER 2025: Fitur Baru Farmacare: Catat Faktur Otomatis dengan AI✨! Sekarang proses input faktur bisa selesai lebih cepat! Cukup foto dan unggah, lalu sistem kami akan membaca dan mencatat otomatis. Kamu tinggal cek kesesuaiannya.✨
Permodalan Obat di Apotek
4 Desember 2023
Pengadaan obat di apotek membutuhkan modal yang tidak sedikit. Farmacare punya solusi untuk tantangan tersebut. Temukan di sini!