Mengoptimalkan Pelayanan Apotek dengan Menggunakan Analisis “Service Blueprint”
Baca artikel selengkapnya di bawah formulir Konsultasi Gratis
Konsultasi Gratis Farmacare

Yang pertama-tama perlu dilakukan adalah menggunakan jam/stopwatch untuk mencatat setiap titik awal dan akhir setiap tahapan ini. Contoh:

Oh ya, sebelum melakukan pengukuran, saya sarankan untuk menginformasikan terlebih dahulu mengenai eksperimen ini kepada karyawan kamu, supaya mereka tidak kagok saat diamati dalam memberikan pelayanan. Beri tahu mereka kalau tidak ada hadiah maupun penalti bagi mereka dalam proses ini.
Selain melakukan pengukuran waktu, amati juga dan catat apakah ada langkah-langkah yang keliru sehingga menyebabkan ada waktu yang terbuang.
Setelah pengukuran dan pengamatan selesai dilakukan untuk paling tidak beberapa puluh pelanggan, lanjutkan dengan mengisi waktu rata-rata, minimum, dan maksimum dari setiap langkah dari A sampai F.
- Proses A (Menunggu) — Berapa lama rata-rata waktu tunggu? Apakah proses menunggu ini bisa dibuat lebih pendek? Atau lebih menyenangkan (misalnya, menyediakan majalah, TV, atau timbangan)?
- Proses B (Konsultasi) — Apakah karyawan sudah menerapkan “senyum, sapa, salam”? Apakah sudah menyarankan produk yang sesuai?
- Proses C (Mengecek Ketersediaan) — Apakah karyawan harus cek barang fisik ataukah sudah yakin dengan informasi yang ada di software apotek?
- Proses D (Mempersiapkan Produk) — Apakah karyawan langsung tahu rak mana yang menyimpan produk itu, ataukah masih harus mencari lagi?
- Proses E (Transaksi) — Apakah prosesnya sudah cepat? Uang kembalian selalu tersedia?
- Proses F (Penyerahan Produk & Informasi) — Apakah informasinya sudah benar? Apakah prosedur cross-selling sudah dijalankan dengan baik? Apakah AOV (Average Order Value / Nilai Transaksi Rata-Rata) sudah sesuai target, misalnya Rp 50.000 / transaksi?
Sebenarnya masih banyak lagi pembelajaran yang bisa didapatkan dengan proses sederhana menggunakan service blueprint ini. Daripada kita berlama-lama membahasnya sekarang, bagaimana jika kamu segera terapkan prosesnya, lalu kita analisis hasilnya bersama-sama?

Hi Farmapreneur!
Di tahun 2026, banyak owner apotek mulai mengelola lebih dari satu cabang, dan memiliki aktivitas lain, atau beralih dari operator harian menjadi business owner yang lebih strategis.
Namun tantangannya masih sama:
❌ Stok sulit dipantau
❌ Kas tidak real-time
❌ Margin tipis tanpa disadari
❌ Keputusan sering terlambat karena menunggu laporan manual
Kabar baiknya, pemilik apotek sekarang tidak harus selalu berada di lokasi untuk tetap bisa mengontrol bisnisnya. Dengan sistem dan monitoring yang tepat, pengelolaan stok bisa tetap rapi, margin tetap terkontrol, dan operasional berjalan lebih efisien.
Kok bisa? 😱
Tentunya sangat BISA 😊
Dapatkan semua informasinya pada Webinar Spesial Farmacare:
“Ubah Smartphone Jadi Remote Control Apotek: Kelola Apotek dari Mana saja!"
Di webinar ini kita akan membahas:
✅ Prinsip Dasar Remote Pharmacy Management
✅ Perbedaan Apotek Owner-Operated vs System-Operated
✅ Indikator Apotek Tetap Sehat Tanpa Kehadiran Fisik
✅ Cara monitoring apotek tanpa harus selalu di lokasi
✅ Checklist harian owner ≤60 menit
✅ Kontrol stok, kas, ED, faktur & slow moving secara remote
✅ Cara membangun apotek yang lebih sistematis & profitable
✅ Studi kasus apotek yang ditinggal owner vs dikelola sistematis
✅ Evaluasi margin, kinerja tim, hingga kontribusi resep vs OTC
🎙️ Dibawakan langsung oleh owner apotek multi outlet. Jadi bukan cuma teori, tapi real experience 🔥
🎙️ Dimoderatori oleh CEO Farmacare
📅 Minggu, 31 Mei 2026
⏰ 10.00 WITA – selesai
Zoom Meeting
GRATIS + E-Sertifikat
👉 Daftar sekarang: bit.ly/FCFB21
(Sertifikat diberikan kepada peserta yang registrasi, mengikuti webinar sampai selesai, dan mengisi feedback form.)
Jangan sampai ketinggalan ya, Farmapreneur 🙌
Karena owner apotek saat ini bukan lagi harus sibuk di operasional setiap hari, tetapi harus mampu membangun sistem agar bisnis tetap berjalan dan terkontrol dengan baik.
📲 Info selengkapnya:
Adi – 0819-0505-9071










