Apa Itu Aplikasi SIMONA Kemkes? Berikut Fungsi dan Cara Penggunaannya!
Baca artikel selengkapnya di bawah formulir Konsultasi Gratis
Konsultasi Gratis Farmacare
Melalui surat edaran tentang Pelaporan Pelayanan Kefarmasian di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tahun 2023 yang diterbitkan tanggal 15 Februari 2023, meminta fasilitas pelayanan kefarmasian di rumah sakit, apotek, puskesmas, klinik, dan toko obat harus melaporkan implementasi pelayanan kefarmasiannya melalui aplikasi SIMONA Kemkes.
Surat edaran tersebut mengacu pada Permenkes Nomor 72/2016, 73/2016, 74/2016, dan 34/2021, serta Permenkes Nomor 14/2021. Lalu, apa fungsi dan bagaimana penggunaan aplikasi SIMONA? Yuk, simak pembahasan
Farmacare
berikut!
Apa itu aplikasi SIMONA Kemkes?
Aplikasi SIMONA Kemkes adalah aplikasi berbasis web yang berfungsi sebagai sistem pembinaan serta monitoring bagi fasilitas pelayanan kefarmasian termasuk apotek, dalam menjalankan fungsi tugasnya. Setiap apotek punya kewajiban membuat laporan pelayanan kefarmasian melalui aplikasi SIMONA.
Pelaporan mulai berlaku untuk pelaporan bulan Januari 2023. Laporan bulanan harus dikirim paling lambat setiap tanggal 5 pada bulan berikutnya. Kecuali, untuk bulan Desember dilaporkan paling lambat tanggal 30 Desember 2023.
Baca juga:
Wajib Tahu! Regulasi 2D Barcode BPOM, Buat Rantai Pasok Obat Makin Aman
Fungsi aplikasi SIMONA apotek
Fungsi adanya pelaporan melalui aplikasi SIMONA adalah untuk memastikan adanya optimalisasi pembinaan dan pengawasan dari pelayanan kefarmasian di Indonesia.
Ketentuan pelaporan apotek
Pelaporan pelayanan kefarmasian yang dimaksud meliputi pelaporan bulanan dan tahunan. Pelaporan bulanan dan tahunan dikirim melalui aplikasi SIMONA pada laman https://simona.kemkes.go.id/simona_Login/. Jika apotek kamu belum mendaftar di aplikasi SIMONA, wajib melakukan registrasi terlebih dahulu untuk mendapatkan akun.
Laporan bulanan yang diinput ke aplikasi SIMONA meliputi jumlah pengkajian dan pelayanan resep per bulan, jumlah pelayanan informasi obat dan jumlah konseling per bulan. Selain itu, terdapat kuesioner seputar pelayanan telefarmasi di apotek, dan catatan masalah yang dihadapi apotek.
Sedangkan pelaporan tahunan berbasis
self-assessment yang harus diisi dan dilengkapi. Kamu diminta melengkapi data dasar apotek yang meliputi nama apoteker pemegang SIA, nomor
Whatsapp aktif, nomor STRA, nomor SIPA, lokasi apotek, dan asesmen lainnya yang juga harus kamu isi.
Cara pelaporan di aplikasi SIMONA apotek
Seperti yang telah disinggung di atas, kamu wajib melakukan registrasi untuk bisa memperoleh akun di aplikasi SIMONA apotek. Berikut ini tahapannya:
Registrasi
- Buka browser dan akses situs web SIMONA yaitu https://simona.kemkes.go.id/simona_Login/.
- Klik tombol “Daftar”

3. Isi form untuk mendaftar:
- Pilih Fasyankes “Apotek”
- Input kode SIPNAP untuk apotek, bisa kamu lihat pada aplikasi SIPNAP (https://sipnap.kemkes.go.id) setelah kamu melakukan Login.
- Input Email, Password, dan Password Konfirmasi, lalu klik “Daftar”.

Langkah membuat pelaporan (assessment) tahunan
- Login pada aplikasi SIMONA apotek
- Klik menu Asesmen → Form Asesment Mandiri → Submit → Buat Asesmen Mandiri

3. Klik “Tambah Data Baru”

4. Akan muncul formulir untuk kamu isi dan klik “Berikutnya” untuk menuju ke halaman selanjutnya. Ada banyak data yang harus kamu lengkapi, mulai dari data dasar apotek, data apoteker dan TTK, lokasi apotek, sarana dan prasarana, sampai evaluasi mutu pelayanan kefarmasian.

5. Jika semua data sudah selesai diisi, klik “Kirim (Final)” dan klik “Oke” pada pop up yang muncul agar data dapat dilakukan verifikasi oleh Dinkes.

Langkah membuat pelaporan bulanan
- Klik menu Laporan → Laporan Bulanan → Belum Terverifikasi → Buat Laporan

2. Isi tahun dan bulan yang akan kamu buatkan laporannya. Selesaikan semua pengisian data yang diminta.

3. Setelah selesai, klik “Kirim Laporan”.

4. Laporan bulanan ini bisa kamu cetak sebagai salah satu syarat dokumen untuk perpanjangan izin apotek.
Itu tadi pembahasan seputar aplikasi SIMONA untuk memudahkan kamu menggunakannya dan membuat pelaporan. Jika kamu ingin mendapat kemudahan tambahan dalam mengelola bisnis apotek, aplikasi apotek seperti Farmacare bisa menjadi solusi.
Mulai dari manajemen stok obat, pengadaan obat,
stock opname, pengelolaan keluar-masuk barang, sampai laporan keuangan difasilitasi oleh Farmacare. Coba buktikan sendiri dengan mendaftar
Free Trial sekarang juga! Tunggu apa lagi?
Referensi:
Humas IAI. 5 Maret 2023. Kemenkes Ingatkan Fasyanfar Lakukan Pelaporan Pelayanan Kefarmasian Melalui SIMONA. Berita.iai.id: https://bit.ly/3KJVq5d
Peraturan dan Edukasi SIMONA Kementerian Kesehatan: https://simona.kemkes.go.id/informasi/
Sumber gambar:
User Manual Self-Assessment & Laporan Bulanan Sarana Apotek melalui SIMONA. Simona.kemkes.go.id: https://bit.ly/3L6PwNh

Hi Farmapreneur!
Di tahun 2026, banyak owner apotek mulai mengelola lebih dari satu cabang, dan memiliki aktivitas lain, atau beralih dari operator harian menjadi business owner yang lebih strategis.
Namun tantangannya masih sama:
❌ Stok sulit dipantau
❌ Kas tidak real-time
❌ Margin tipis tanpa disadari
❌ Keputusan sering terlambat karena menunggu laporan manual
Kabar baiknya, pemilik apotek sekarang tidak harus selalu berada di lokasi untuk tetap bisa mengontrol bisnisnya. Dengan sistem dan monitoring yang tepat, pengelolaan stok bisa tetap rapi, margin tetap terkontrol, dan operasional berjalan lebih efisien.
Kok bisa? 😱
Tentunya sangat BISA 😊
Dapatkan semua informasinya pada Webinar Spesial Farmacare:
“Ubah Smartphone Jadi Remote Control Apotek: Kelola Apotek dari Mana saja!"
Di webinar ini kita akan membahas:
✅ Prinsip Dasar Remote Pharmacy Management
✅ Perbedaan Apotek Owner-Operated vs System-Operated
✅ Indikator Apotek Tetap Sehat Tanpa Kehadiran Fisik
✅ Cara monitoring apotek tanpa harus selalu di lokasi
✅ Checklist harian owner ≤60 menit
✅ Kontrol stok, kas, ED, faktur & slow moving secara remote
✅ Cara membangun apotek yang lebih sistematis & profitable
✅ Studi kasus apotek yang ditinggal owner vs dikelola sistematis
✅ Evaluasi margin, kinerja tim, hingga kontribusi resep vs OTC
🎙️ Dibawakan langsung oleh owner apotek multi outlet. Jadi bukan cuma teori, tapi real experience 🔥
🎙️ Dimoderatori oleh CEO Farmacare
📅 Minggu, 31 Mei 2026
⏰ 10.00 WITA – selesai
Zoom Meeting
GRATIS + E-Sertifikat
👉 Daftar sekarang: bit.ly/FCFB21
(Sertifikat diberikan kepada peserta yang registrasi, mengikuti webinar sampai selesai, dan mengisi feedback form.)
Jangan sampai ketinggalan ya, Farmapreneur 🙌
Karena owner apotek saat ini bukan lagi harus sibuk di operasional setiap hari, tetapi harus mampu membangun sistem agar bisnis tetap berjalan dan terkontrol dengan baik.
📲 Info selengkapnya:
Adi – 0819-0505-9071










