Cara Apotek Bekerja Sama dengan Dokter dan Klinik untuk Meningkatkan Pelayanan dan Omzet
Baca artikel selengkapnya di bawah formulir Konsultasi Gratis
Konsultasi Gratis Farmacare
Banyak pemilik apotek berfokus pada satu hal ketika ingin meningkatkan omzet: mendatangkan lebih banyak pelanggan.
Mulai dari promosi, Google Maps, marketplace, media sosial, hingga program diskon.
Namun, ada satu sumber pertumbuhan yang sering kali lebih dekat dengan bisnis apotek: dokter dan klinik di sekitar apotek.
Dokter dan klinik sudah berinteraksi dengan pasien yang membutuhkan layanan kesehatan. Sementara apotek memiliki peran penting dalam membantu pasien memperoleh obat dan produk kesehatan yang dibutuhkan.
Jika keduanya dapat bekerja sama dengan baik, manfaatnya bukan hanya bagi apotek.
Pasien mendapatkan pelayanan yang lebih praktis, dokter/klinik mendapatkan dukungan operasional, dan apotek berpotensi melayani lebih banyak pasien.
Lalu, bagaimana cara memulainya?
Mengapa Apotek Perlu Mempertimbangkan Kerja Sama dengan Dokter atau Klinik?
Kerja sama apotek dengan dokter atau klinik dapat memberikan manfaat pada beberapa sisi sekaligus.
1. Pelayanan pasien menjadi lebih praktis
Apotek dapat membantu memastikan obat yang dibutuhkan pasien tersedia dan dapat diproses dengan lebih cepat.
Dalam ebook Farmacare, beberapa manfaat yang dibahas antara lain ketersediaan obat, pilihan yang lebih praktis bagi pasien, pemrosesan resep yang lebih cepat, serta monitoring penggunaan obat yang lebih baik.
2. Apotek dapat menjangkau lebih banyak pasien
Dokter dan klinik memiliki aliran pasien sendiri.
Dengan membangun kolaborasi yang tepat, apotek dapat menjadi bagian dari perjalanan pasien setelah konsultasi—terutama ketika pasien membutuhkan obat atau produk kesehatan.
3. Operasional dapat menjadi lebih terintegrasi
Kerja sama yang didukung sistem digital memungkinkan dokter dan apotek berkoordinasi mengenai resep, ketersediaan obat, dan pelayanan pasien.
Farmacare sendiri menyediakan RME yang terhubung dengan apotek, termasuk fitur e-Resep yang memungkinkan resep digital diproses langsung oleh apotek.
Tidak Semua Dokter dan Klinik Cocok Menjadi Mitra
Kesalahan yang umum adalah berpikir:
"Semakin banyak dokter yang diajak kerja sama, semakin bagus."
Belum tentu.
Ebook Farmacare justru menekankan bahwa pemilihan calon mitra perlu mempertimbangkan kondisi masing-masing apotek dan dokter/klinik. Beberapa profil yang dianggap menarik antara lain klinik yang belum memiliki instalasi farmasi, dokter yang belum memiliki tempat praktik, serta dokter yang memiliki pasien cukup ramai dan memahami aspek kerja sama.
Artinya, kualitas dan kecocokan mitra lebih penting daripada jumlah mitra.
Bagaimana Menentukan Dokter atau Klinik yang Potensial?
Sebelum melakukan pendekatan, buat daftar calon mitra di sekitar apotek.
Kemudian pertimbangkan beberapa hal:
Lokasi
Apotek dan tempat praktik yang berdekatan tentu lebih mudah menciptakan alur pelayanan yang praktis bagi pasien.
Ebook menyebut bahwa kerja sama dapat terjadi antara lokasi yang berada di gedung yang sama maupun lokasi terpisah, dengan contoh jarak hingga sekitar 1 km.
Jenis tempat praktek
Calon mitra dapat berupa:
- praktik dokter individu
- praktik dokter bersama
- klinik pratama
- klinik utama
Sementara rumah sakit dan fasilitas yang sudah memiliki instalasi farmasi sendiri dapat memiliki karakteristik kerja sama yang berbeda.
Pola pelayanan
Perhatikan pula apakah calon mitra memiliki pasien yang cukup ramai dan apakah kebutuhan pasiennya sesuai dengan kemampuan apotek.
Kesiapan untuk bekerja sama
Kerja sama tidak berhenti pada penandatanganan kesepakatan. Kedua pihak perlu siap berkomunikasi dan menyelesaikan masalah ketika muncul gangguan dalam pelayanan.
Apa yang Bisa Ditawarkan Apotek kepada Dokter atau Klinik?
Tidak ada satu format kerja sama yang berlaku untuk semua apotek.
Ebook Farmacare secara eksplisit menyebut bahwa bentuk kerja sama sangat fleksibel dan dapat bersifat formal, semiformal, maupun nonformal, tergantung kebutuhan masing-masing pihak.
Beberapa bentuk dukungan yang dibahas dalam ebook antara lain:
Penyediaan barang
Apotek dapat membantu menyediakan kebutuhan seperti:
- BMHP untuk tempat praktik
- sediaan farmasi yang dibutuhkan pasien
- kebutuhan kesehatan lainnya
- Dukungan tempat praktik
Dalam kondisi tertentu, apotek dapat menyediakan sarana tempat praktik dan peralatan sederhana bagi dokter.
Dukungan teknologi
Teknologi dapat menjadi bagian penting dari kolaborasi.
Misalnya:
Dokter → mengisi RME → membuat e-Resep → resep diterima apotek → apotek memproses resep → etiket dicetak.
Dengan alur seperti ini, pasien tidak harus selalu membawa resep fisik dan proses di apotek dapat menjadi lebih cepat.
Farmacare memang menyediakan fitur tersebut sebagai bagian dari solusi kolaborasi apotek dengan dokter/klinik.
Jangan Hanya Menawarkan "Kerja Sama"
Saat melakukan pendekatan, hindari menjadikan pembicaraan terlalu berpusat pada kebutuhan apotek.
Misalnya:
"Dok, mau kerja sama supaya resepnya bisa masuk ke apotek saya?"
Pendekatan seperti ini tidak menjelaskan value bagi dokter maupun pasien.
Sebaliknya, pikirkan terlebih dahulu masalah yang dapat dibantu oleh apotek.
Misalnya:
- Bagaimana pasien mendapatkan obat setelah konsultasi?
- Bagaimana dokter mengetahui ketersediaan obat?
- Bagaimana resep dapat diproses lebih cepat?
- Bagaimana kebutuhan BMHP dapat dipenuhi?
- Bagaimana komunikasi dokter dan apotek dapat dibuat lebih mudah?
Dengan begitu, pembicaraan berubah dari:
"Saya ingin mendapatkan resep."
menjadi:
"Bagaimana kita bisa membuat pelayanan pasien menjadi lebih baik?"
Ini jauh lebih sesuai dengan konsep win-win-win yang menjadi framing utama ebook: pasien mendapatkan pelayanan lebih baik, dokter/klinik mendapatkan dukungan, dan apotek mendapatkan manfaat bisnis.
Kerja Sama Tidak Berhenti Setelah Kesepakatan
Justru setelah kerja sama dimulai, tantangan operasional bisa muncul.
Misalnya:
Obat yang dibutuhkan tidak tersedia
Jika terjadi gangguan supply dari PBF, komunikasi dengan dokter/klinik perlu dilakukan sesegera mungkin dan apotek perlu mencari alternatif supplier atau produk yang sesuai. Ebook juga mencontohkan pemanfaatan Farmacare Order untuk mencari alternatif supplier.
Harga obat berubah
Perubahan harga dari supplier atau principal dapat memengaruhi kerja sama yang sudah berjalan.
Jam praktek berubah
Jika jam buka apotek dan jam praktik dokter tidak lagi sinkron, pasien dapat mengalami kesulitan mendapatkan obat.
Pembayaran dari asuransi/BPJS terlambat
Kondisi ini dapat menimbulkan tekanan terhadap modal kerja apotek yang menyediakan barang terlebih dahulu.
Karena itu, komunikasi antara apotek, dokter/klinik, dan pasien harus menjadi bagian dari sistem kerja sama sejak awal.
Perlukah Membuat Perjanjian Kerja Sama?
Untuk kerja sama yang melibatkan berbagai kewajiban, membuat kesepakatan tertulis dapat membantu kedua pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai:
- ruang lingkup kerja sama
- tanggung jawab masing-masing pihak
- mekanisme operasional
- pembayaran
- penyediaan barang
- penyelesaian masalah
- masa berlaku kerja sama
Ebook Farmacare bahkan dilengkapi template Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dapat diakses oleh pembaca. Namun, ebook juga mengingatkan agar berkonsultasi dengan pihak yang memahami aspek hukum sebelum menandatangani perjanjian.
Teknologi Bisa Membuat Kolaborasi Apotek dan Dokter Lebih Mudah
Setelah kerja sama terbentuk, tantangan berikutnya adalah bagaimana membuat kolaborasi tersebut berjalan secara efisien.
Jika dokter masih menggunakan resep kertas dan komunikasi dilakukan secara manual melalui WhatsApp, sebagian proses tetap bergantung pada pekerjaan administratif.
Dengan sistem digital, sebagian alur dapat diintegrasikan.
Farmacare menyediakan:
- Rekam Medis Elektronik (RME) untuk dokter
- e-Resep
- pemrosesan resep langsung oleh apotek
- cetak etiket berdasarkan e-Resep
- laporan resep
- informasi ketersediaan obat
- fitur terkait penjualan resep dan mitra
Dengan demikian, kerja sama bukan hanya soal mendapatkan lebih banyak resep, tetapi juga membangun alur pelayanan yang lebih terhubung.
Mulai dari Satu Mitra yang Tepat
Apotek tidak harus langsung bekerja sama dengan banyak dokter dan klinik.
Justru pendekatan yang lebih realistis adalah:
Petakan → pilih → tawarkan solusi → sepakati alur → jalankan → evaluasi.
Mulai dari satu dokter atau klinik yang paling sesuai dengan kondisi apotek.
Jika modelnya berjalan dengan baik, barulah pendekatan tersebut dapat direplikasi ke calon mitra lainnya.
Ingin Panduan Lengkapnya?
Farmacare merangkum pembahasan mengenai kerja sama apotek dengan dokter dan klinik dalam ebook:
Buku Saku Kerja Sama Apotek dengan Dokter/Klinik
Ebook ini membahas:
✓ Cara menentukan dokter/klinik yang tepat untuk menjadi mitra
✓ Berbagai bentuk kerja sama yang dapat dipertimbangkan
✓ Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam operasional
✓ Kendala yang mungkin muncul dan cara menghadapinya
✓ Template Perjanjian Kerja Sama (PKS)
✓ Pemanfaatan teknologi untuk menghubungkan dokter dan apotek
📥 Download Gratis











