Memahami Aturan DOWA 1,2 dan 3: Solusi Legalitas Penyerahan Obat Keras di Apotek

Farmacare CX
3 Maret 2026

Baca artikel selengkapnya di bawah formulir Konsultasi Gratis

Konsultasi Gratis Farmacare


Halo, Farmapreneur!


Salah satu langkah yang memungkinkan Apoteker untuk berperan aktif dalam swamedikasi masyarakat adalah melalui Daftar Obat Wajib Apotek (DOWA). Secara sederhana, DOWA merupakan daftar obat keras tertentu yang secara legal dapat diserahkan oleh Apoteker kepada pasien tanpa resep dokter. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kemandirian masyarakat dalam mengatasi keluhan ringan secara aman dan rasional. 


Landasan Hukum dan Tujuan DOWA


Pemerintah telah mengatur penyerahan obat ini melalui beberapa Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) yang diterbitkan secara bertahap. Berikut tiga landasan hukum utama yang perlu diketahui oleh praktisi di apotek maupun masyarakat:


  • DOWA No. 1 (Kepmenkes No. 347/1990): Menjadi pijakan awal untuk mendukung program pemerintah dan pengobatan penyakit dasar.
  • DOWA No. 2 (Kepmenkes No. 924/1993): Perluasan daftar obat untuk menangani penyakit dengan angka kejadian (prevalensi) tinggi di masyarakat.
  • DOWA No. 3 (Kepmenkes No. 1176/1999): Penambahan cakupan untuk sistem organ yang lebih spesifik, seperti pencernaan dan muskuloskeletal.


Mengenal Perbedaan DOWA No. 1, 2, dan 3


Meski tujuannya sama, setiap kategori DOWA memiliki karakteristik dan batasan teknis yang berbeda yang wajib dipahami oleh praktisi di apotek sebagai berikut :

 

  1. Fokus Penyakit dan Jenis Obat:
  2. DOWA 1 cenderung berfokus pada layanan kontrasepsi (Pil KB) dan gangguan pernapasan umum seperti asma (Salbutamol).
  3. DOWA 2 lebih diarahkan untuk mengatasi infeksi jamur kulit (Ketoconazole) dan nyeri ringan hingga sedang (Ibuprofen).
  4. DOWA 3, cakupannya meluas hingga ke area penyakit metabolik seperti asam urat (Allopurinol) serta masalah lambung (Ranitidine).
  5. Ketentuan Teknis Penyerahan: Terdapat batasan tertentu yang harus diperhatikan demi menjaga profil keamanan pasien:
  • DOWA 1: Menekankan pada riwayat pasien, terutama untuk kontrasepsi yang memerlukan pemantauan melalui kartu pasien.
  • DOWA 2: Mayoritas daftar obatnya merupakan sediaan luar (topikal) seperti krim atau salep.
  • DOWA 3: Sangat memperhatikan dosis dan jumlah sediaan. Sebagai contoh, Allopurinol hanya boleh diserahkan maksimal 10 tablet untuk dosis 100mg.


Berikut adalah rincian obat beserta ketentuannya:


DOWA 1

No Nama Obat Ketentuan
1 Kontrasepsi Oral
Lynestrenol (Exluton)
Ethinylestradiol–Norgestrel (Microdiol)
Ethinylestradiol–Levonorgestrel (Cycloginon, Pilkab, Sydnaginon)
Ethinylestradiol–Desogestrel (Marvelon 28, Mercilon 28)
Penggunaan pertama wajib resep dokter.
Maksimal 1 siklus.
Kontrol dokter tiap 6 bulan.
2 Obat Saluran Cerna
Metoklopramid – antimual
Bisakodil Suppo – laksan
Metoklopramid maks. 20 tablet.
Bisakodil maks. 3 suppo.
Mual muntah berkepanjangan → kontrol dokter.
3 Mulut & Tenggorokan
Hexetidin
Triamcinolone acetonide
Hexetidin maks. 1 botol (OBT).
Triamcinolone maks. 1 tube.
4 Saluran Napas
Asetilsistein, Karbosistein, Bromheksin
Salbutamol, Terbutalin, Ketotifen
Mukolitik maks. 20 tablet / 1 botol sirup (OBT).
Obat asma hanya pengulangan resep dokter.
5 Sistem Neuromuskular
Metampiron
Asam Mefenamat
Metampiron + Diazepam
Mebhidrolin
Dexchlorpheniramine maleat
Maksimal 20 tablet (sesuai indikasi alergi/nyeri).
6 Antiparasit
Mebendazol
Maks. 6 tablet / 1 botol sirup.
Diubah menjadi Obat Bebas Terbatas.
7 Obat Kulit Topikal
Nistatin, Desoksimetason, Betametason,
Triamsinolon, Hidrokortison,
Kloramfenikol, Gentamisin, Eritromisin
Maksimal 1 tube / 1 botol sesuai sediaan.

DOWA 2

No Nama Obat Ketentuan
1 Albendazol 6 Tab 200 mg
3 Tab 400 mg
2 Bacitracin Indikasi: infeksi pada kulit
1 Tube
3 Bismuth subsilate 10 Tablet
4 Clindamisin Indikasi: acne
1 Tube
5 Dexametason Indikasi: obat luar untuk antiinflamasi
1 Tube
6 Diclofenak Indikasi: obat luar untuk antiinflamasi
1 Tube
7 Fenoterol 1 Tabung
8 Flumetason Indikasi: obat luar untuk antiinflamasi
1 Tube
9 Hidrokortison Indikasi: obat luar untuk antiinflamasi
1 Tube
10 Ibuprofen Tab 400 mg, 10 tablet
Tab 800 mg, 10 tablet
Diubah menjadi Obat Bebas Terbatas
11 Ketokonazol Indikasi: obat luar infeksi jamur lokal
1 Tube
12 Metilprednisolon Indikasi: obat luar untuk antiinflamasi
1 Tube
13 Omeprazol 7 Tablet
14 Piroksikam Indikasi: obat luar untuk antiinflamasi
1 Tube
15 Prednison Indikasi: obat luar untuk antiinflamasi
1 Tube
16 Scopolamin 10 Tablet
17 Sucralfat 20 tablet
18 Sulfasaladin 20 tablet

DOWA 3

No Kategori / Nama Obat Ketentuan
1 Saluran Pencernaan
Famotidin
Ranitidin
Indikasi: antiulkus peptik.
Famotidin maks. 10 tablet (20/40 mg).
Ranitidin maks. 10 tablet (150 mg).
Pengulangan dari resep dokter.
2 Sistem Muskuloskeletal
Alopurinol
Diklofenak natrium
Piroksikam
Alopurinol: antigout, maks. 10 tablet (100 mg).
Diklofenak natrium: antiinflamasi & antirematik, maks. 10 tablet (25 mg).
Piroksikam: antiinflamasi & antirematik, maks. 10 tablet (10 mg).
Pengulangan dari resep dokter.
3 Antihistamin
Cetirizin
Siproheptadin
Indikasi: antihistamin.
Maksimal 10 tablet.
Pengulangan dari resep dokter.
4 Antiasma
Orsiprenalin
Indikasi: asma.
Maksimal 1 tabung.
Pengulangan dari resep dokter.
5 Organ Sensorik
Gentamisin (obat mata)
Kloramfenikol (obat mata)
Kloramfenikol (obat telinga)
Gentamisin: maks. 1 tube 5 g atau botol 5 ml.
Kloramfenikol mata: maks. 1 tube 5 g atau botol 5 ml.
Kloramfenikol telinga: maks. 1 botol 5 ml.
Pengulangan dari resep dokter.
6 Antiinfeksi Umum (Terapi TB)
Kategori I (2HRZE / 4H3R3)
Kategori II (2HRZES / HRZE / 5H3R3E3)
Kategori III (2HRZ / 4H3R3)
Diberikan satu paket terapi.
Sebelum fase lanjutan pasien wajib kembali ke dokter.

Pentingnya Konsultasi dan Keamanan Pasien


Hadirnya DOWA merupakan jembatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pengobatan yang tepat tanpa prosedur yang panjang. Namun, sebagai garda terdepan kesehatan, Apoteker wajib memberikan edukasi yang jelas mengenai cara penggunaan, dosis, hingga efek samping yang mungkin muncul.


Ingatkan pelanggan bahwa di balik kemudahan akses tersebut, keamanan tetap menjadi prioritas utama. Dengan pemahaman yang baik mengenai aturan DOWA, kita dapat mewujudkan swamedikasi yang aman dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia secara menyeluruh.

ewas pbf,laporan ewas, e-report pbf, pelaporan e-report farmasi
oleh Farmacare CX 18 Desember 2025
Penjelasan lengkap e-was dan e-report PBF: perbedaan, data yang dilaporkan, risiko, dan tips agar pelaporan farmasi lebih mudah.
Logo berbentuk salib berwarna biru kehijauan dan kuning dengan tulisan
oleh Farmacare CX 16 Desember 2025
Pendaftaran Rekam Medis Elektronik SatuSehat untuk Praktek Dokter di Apotekmu!
Google for Startups Accelerator untuk Asia Tenggara, berfokus pada AI. Angkatan 2025 di Indonesia. Logo startup peserta.
oleh Farmacare CX 15 Oktober 2025
Sejak awal, Farmacare mengemban misi untuk membantu pengelola & pegawai apotek komunitas agar bisnis apotek menjadi sehat dan terus bertumbuh. Salah satu caranya adalah mengadopsi berbagai teknologi terkini ke dalam aplikasi. Mulai dari teknologi cloud, PWA (Progressive Web Apps), websocket, payment gateway, hingga yang terbaru adalah QRIS. Seiring AI menjadi topik hangat dalam tiga tahun terakhir, Farmacare terus memantau momentum yang tepat untuk mengadopsi teknologi ini. Kami meyakini bahwa AI akan memegang peran krusial dalam membantu pengelola apotek. Namun, kami juga berkomitmen untuk tidak mengadopsi AI secara gegabah. AI yang tidak disiapkan dan dilatih dengan cermat justru berpotensi menimbulkan kesalahan (sering disebut 'halusinasi') atau menghasilkan interaksi yang terasa kaku dan kurang solutif. Oleh karena itu, tim Farmacare memutuskan untuk menggali ilmu langsung dari para pakar di Google, melalui partisipasi kami dalam program Google for Startups Accelerator Southeast Asia (AI Focused). Dari lebih dari 200 tim pendaftar, Farmacare dengan bangga terpilih sebagai salah satu peserta program bergengsi ini. Acara Bootcamp Intensif Bersama 19 tim terpilih lainnya, kami telah menuntaskan bootcamp intensif selama lima hari di kantor Google Indonesia di Jakarta. Selama bootcamp, kami mengeksplorasi berbagai potensi adopsi teknologi AI. Salah satu hasilnya, yaitu fitur AI untuk pembacaan faktur otomatis, telah kami implementasikan dan siap dirilis minggu depan! Mengenai proyek AI kami berikutnya, kami belum bisa berbagi detail lebih lanjut. Namun, satu hal yang pasti: kami berkomitmen penuh untuk menghadirkan fitur-fitur AI yang akan sangat menyederhanakan operasional kamu sebagai pengelola apotek. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Google Indonesia serta KomDigi atas penyelenggaraan acara Accelerator AI ini, serta kepada tim engineer dan mentor yang telah berbagi ilmu. Tak lupa, kami juga berterima kasih kepada seluruh pengelola apotek pengguna Farmacare atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan kepada kami untuk terus berkarya dan berinovasi. Semoga bersama, kita dapat menyaksikan apotek dan sektor farmasi Indonesia terus berkembang, memberikan layanan terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat.
Permodalan Obat di Apotek
4 Desember 2023
Pengadaan obat di apotek membutuhkan modal yang tidak sedikit. Farmacare punya solusi untuk tantangan tersebut. Temukan di sini!
Pengadaan Obat di Apotek
oleh ditulis oleh Gina Dwi 30 November 2023
Tingkat efektivitas pengadaan obat di apotek bisa diukur menggunakan beberapa tolak ukur yang bisa kamu temukan di sini! Simak, yuk!
Mitos atau Fakta Penggunaan Obat
oleh Farmacare CX 27 November 2023
Selamat Hari Kesehatan Nasional. Yuk, maksimalkan edukasi ke masyarakat dengan meluruskan mitos atau fakta penggunaan obat berikut!
Pengadaan Barang di Apotek
oleh ditulis oleh Gina Dwi 23 November 2023
Bagaimana kamu tahu kalau pengadaan barang di apotek sukses? Berikut tolak ukur yang bisa diperhatikan. Simak, yuk!
Pengadaan Barang di Apotek
oleh ditulis oleh Gina Dwi 20 November 2023
Bagaimana kamu tahu kalau pengadaan barang di apotek sukses? Berikut tolak ukur yang bisa diperhatikan. Simak, yuk!
Bisnis Apotek
oleh ditulis oleh Gina Dwi 16 November 2023
Overstock, understock, dan deadstock sebaiknya bisa diminimalisir agar bisnis apotek tetap sehat. Yuk, cari tau tentang jenis status stok tersebut di sini!
Postingan Lainnya