Strategi "Turnaround": Merapikan Apotek yang Berantakan Tanpa Aplikasi (Misi 30 Hari)

Farmacare CX
18 Januari 2026

Baca artikel selengkapnya di bawah formulir Konsultasi Gratis

Konsultasi Gratis Farmacare


Apotekmu sedang berantakan? Stok sering selisih, barang ED terselip di rak, dan kamu tidak tahu pasti berapa laba bersih setiap bulan?

Jika kamu ingin melakukan perbaikan (turnaround) tapi belum siap beralih ke aplikasi, kamu bisa saja melakukannya secara manual. Namun, bersiaplah: ini akan menguras keringat dan membutuhkan disiplin baja.


Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk membereskan kekacauan tersebut:


Langkah 1: "Puasa" Operasional & Stok Opname Total


Kamu tidak bisa merapikan kapal yang sedang bocor sambil terus berlayar tanpa henti.


Tindakan: Tutup apotek selama 1-2 hari (atau lakukan setelah jam operasional).


Manual Way: Hitung fisik seluruh barang. Catat di kertas plano besar berdasarkan rak. Jangan ada satu strip pun yang terlewat. Ini adalah "Titik Nol" kamu. Tanpa data awal yang akurat, upaya turnaround akan sia-sia.


Langkah 2: Audit "Obat Mati" & Barang ED


Apotek berantakan biasanya karena rak dipenuhi barang yang tidak laku atau sudah kadaluwarsa.


Tindakan: Pisahkan barang yang tidak pernah laku dalam 3 bulan terakhir.


Manual Way: Buat buku khusus "Barang Mati". Catat tanggal kadaluwarsa (ED) setiap barang di buku besar. Beri label stiker warna pada box obat: Merah (ED < 6 bulan), Kuning (ED 6-12 bulan). Tim apotek harus mengecek label warna ini secara manual setiap minggu.


Langkah 3: Re-Strukturisasi Rak (Alfabetis vs Farmakologi)


Rak yang berantakan adalah sumber utama kesalahan pemberian obat.


Manual Way: Tata ulang rak secara alfabetis (A-Z). Pasang label nama obat yang jelas di bibir rak.


Disiplinnya: Petugas dilarang keras menaruh obat di tempat yang salah. Jika salah letak, Kamu akan kehilangan barang tersebut karena secara manual tidak punya fitur "Search".


Langkah 4: Paksa "Budaya Mencatat" Detik Itu Juga


Inilah bagian tersulit dalam merapikan apotek secara manual.


Tindakan: Pasang kartu stok di setiap item obat.


Aturan Main: Jika ada penjualan 1 tablet, tulis saat itu juga. Jika ada barang datang, tulis saat itu juga.


Risiko: Di tengah antrean pasien yang ramai, staf biasanya lupa mencatat. Dalam sistem manual, lupa mencatat = data rusak. Tim apotek harus memeriksa seluruh kartu stok setiap malam sebelum pulang untuk memastikan semuanya sinkron.


Langkah 5: Rekapitulasi Keuangan "Buku Hitam"


Berhenti menebak-nebak sisa saldo di laci.


Manual Way: Sediakan satu buku besar untuk mencatat uang keluar (biaya operasional, bayar PBF) dan uang masuk.


Tantangan: Setiap faktur yang datang harus segera diarsip dan dijadwalkan tanggal jatuh temponya di kalender meja. Jika kalender hilang, kamu siap-siap diblok oleh PBF.


Kesimpulan: Kapan Harus Berhenti Berjuang Manual?


Merapikan apotek yang berantakan dengan cara manual adalah cara yang sangat bagus untuk memahami "rasa sakit" dalam mengelola data. Kamu akan sadar bahwa:


  • Kamu menghabiskan 80% waktu untuk administrasi, bukan melayani pasien.
  • Kamu sulit mengambil keputusan karena data ada di ribuan lembar kertas.
  • Tim apotek akan sangat stres karena beban kerja administratif yang tinggi.


Jika setelah 30 hari melakukan cara manual ini kamu merasa "Saya lelah, saya ingin fokus jualan saja," maka itu adalah sinyal bahwa apotek sudah mulai tumbuh dan butuh bantuan sistem otomatis seperti Farmacare.


Turnaround manual itu mungkin, tapi turnaround dengan digital itu jauh lebih berkelanjutan.

ewas pbf,laporan ewas, e-report pbf, pelaporan e-report farmasi
oleh Farmacare CX 18 Desember 2025
Penjelasan lengkap e-was dan e-report PBF: perbedaan, data yang dilaporkan, risiko, dan tips agar pelaporan farmasi lebih mudah.
oleh Farmacare CX 16 Desember 2025
Pendaftaran Rekam Medis Elektronik SatuSehat untuk Praktek Dokter di Apotekmu!
oleh Farmacare CX 15 Oktober 2025
Sejak awal, Farmacare mengemban misi untuk membantu pengelola & pegawai apotek komunitas agar bisnis apotek menjadi sehat dan terus bertumbuh. Salah satu caranya adalah mengadopsi berbagai teknologi terkini ke dalam aplikasi. Mulai dari teknologi cloud, PWA (Progressive Web Apps), websocket, payment gateway, hingga yang terbaru adalah QRIS. Seiring AI menjadi topik hangat dalam tiga tahun terakhir, Farmacare terus memantau momentum yang tepat untuk mengadopsi teknologi ini. Kami meyakini bahwa AI akan memegang peran krusial dalam membantu pengelola apotek. Namun, kami juga berkomitmen untuk tidak mengadopsi AI secara gegabah. AI yang tidak disiapkan dan dilatih dengan cermat justru berpotensi menimbulkan kesalahan (sering disebut 'halusinasi') atau menghasilkan interaksi yang terasa kaku dan kurang solutif. Oleh karena itu, tim Farmacare memutuskan untuk menggali ilmu langsung dari para pakar di Google, melalui partisipasi kami dalam program Google for Startups Accelerator Southeast Asia (AI Focused). Dari lebih dari 200 tim pendaftar, Farmacare dengan bangga terpilih sebagai salah satu peserta program bergengsi ini. Acara Bootcamp Intensif Bersama 19 tim terpilih lainnya, kami telah menuntaskan bootcamp intensif selama lima hari di kantor Google Indonesia di Jakarta. Selama bootcamp, kami mengeksplorasi berbagai potensi adopsi teknologi AI. Salah satu hasilnya, yaitu fitur AI untuk pembacaan faktur otomatis, telah kami implementasikan dan siap dirilis minggu depan! Mengenai proyek AI kami berikutnya, kami belum bisa berbagi detail lebih lanjut. Namun, satu hal yang pasti: kami berkomitmen penuh untuk menghadirkan fitur-fitur AI yang akan sangat menyederhanakan operasional kamu sebagai pengelola apotek. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Google Indonesia serta KomDigi atas penyelenggaraan acara Accelerator AI ini, serta kepada tim engineer dan mentor yang telah berbagi ilmu. Tak lupa, kami juga berterima kasih kepada seluruh pengelola apotek pengguna Farmacare atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan kepada kami untuk terus berkarya dan berinovasi. Semoga bersama, kita dapat menyaksikan apotek dan sektor farmasi Indonesia terus berkembang, memberikan layanan terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat.
Permodalan Obat di Apotek
4 Desember 2023
Pengadaan obat di apotek membutuhkan modal yang tidak sedikit. Farmacare punya solusi untuk tantangan tersebut. Temukan di sini!
Pengadaan Obat di Apotek
oleh ditulis oleh Gina Dwi 30 November 2023
Tingkat efektivitas pengadaan obat di apotek bisa diukur menggunakan beberapa tolak ukur yang bisa kamu temukan di sini! Simak, yuk!
Mitos atau Fakta Penggunaan Obat
oleh Farmacare CX 27 November 2023
Selamat Hari Kesehatan Nasional. Yuk, maksimalkan edukasi ke masyarakat dengan meluruskan mitos atau fakta penggunaan obat berikut!
Pengadaan Barang di Apotek
oleh ditulis oleh Gina Dwi 23 November 2023
Bagaimana kamu tahu kalau pengadaan barang di apotek sukses? Berikut tolak ukur yang bisa diperhatikan. Simak, yuk!
Pengadaan Barang di Apotek
oleh ditulis oleh Gina Dwi 20 November 2023
Bagaimana kamu tahu kalau pengadaan barang di apotek sukses? Berikut tolak ukur yang bisa diperhatikan. Simak, yuk!
Bisnis Apotek
oleh ditulis oleh Gina Dwi 16 November 2023
Overstock, understock, dan deadstock sebaiknya bisa diminimalisir agar bisnis apotek tetap sehat. Yuk, cari tau tentang jenis status stok tersebut di sini!
Postingan Lainnya