Membedah Bisnis Farmasi di Minimarket
Baca artikel selengkapnya di bawah formulir Konsultasi Gratis
Konsultasi Gratis Farmacare
- Ada sekitar 75 SKU (stock-keeping unit) obat dan suplemen di tiap Indomaret, di luar alkes seperti masker dan hand sanitizer. Jumlah ini sangat kecil dibandingkan dengan 2 ribuan SKU di apotek berukuran sedang.
- Mayoritas produk farmasi yang dijual adalah obat-obat gosok maupun herbal untuk mengatasi masuk angin, diikuti dengan suplemen-suplemen dan madu. Jenis obat batuk/pilek sangat sedikit.
- Kali ini, saya tidak melihat ada obat bebas terbatas yang dipajang di etalase. Ada kemungkinan BPOM sekarang sudah lebih ketat dalam mengawasi minimarket, yang sebelumnya bahkan saya lihat pernah menjual obat-obatan prekursor.
- Kisaran harga rata-rata tiap SKU adalah Rp 10 ribu hingga 50 ribu, dengan item termahal adalah Omepros yang harganya Rp 138 ribu. Harga barang di Indomaret ini, kecuali untuk item yang ditandai sebagai “PROMO”, 10–30% lebih mahal daripada harga di apotek terdekat.
- Menurut laporan keuangan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), inventory turnover (ITO) rata-rata mereka adalah 7–8x dalam setahun. Dari 75 SKU di minimarket yang harga rata-ratanya ada di kisaran Rp 30 ribu dan ada 5–6 items per SKU yang ada di rak, maka kita bisa perkirakan kalau dalam setahun, satu outlet mendapatkan omzet sebesar 75 x 6 x 30 ribu x 8 = Rp 108 juta dari obat-obatan, atau sekitar 2% dari rata-rata pendapatan tahunan per outlet.

Hi Farmapreneur!
Di tahun 2026, banyak owner apotek mulai mengelola lebih dari satu cabang, dan memiliki aktivitas lain, atau beralih dari operator harian menjadi business owner yang lebih strategis.
Namun tantangannya masih sama:
❌ Stok sulit dipantau
❌ Kas tidak real-time
❌ Margin tipis tanpa disadari
❌ Keputusan sering terlambat karena menunggu laporan manual
Kabar baiknya, pemilik apotek sekarang tidak harus selalu berada di lokasi untuk tetap bisa mengontrol bisnisnya. Dengan sistem dan monitoring yang tepat, pengelolaan stok bisa tetap rapi, margin tetap terkontrol, dan operasional berjalan lebih efisien.
Kok bisa? 😱
Tentunya sangat BISA 😊
Dapatkan semua informasinya pada Webinar Spesial Farmacare:
“Ubah Smartphone Jadi Remote Control Apotek: Kelola Apotek dari Mana saja!"
Di webinar ini kita akan membahas:
✅ Prinsip Dasar Remote Pharmacy Management
✅ Perbedaan Apotek Owner-Operated vs System-Operated
✅ Indikator Apotek Tetap Sehat Tanpa Kehadiran Fisik
✅ Cara monitoring apotek tanpa harus selalu di lokasi
✅ Checklist harian owner ≤60 menit
✅ Kontrol stok, kas, ED, faktur & slow moving secara remote
✅ Cara membangun apotek yang lebih sistematis & profitable
✅ Studi kasus apotek yang ditinggal owner vs dikelola sistematis
✅ Evaluasi margin, kinerja tim, hingga kontribusi resep vs OTC
🎙️ Dibawakan langsung oleh owner apotek multi outlet. Jadi bukan cuma teori, tapi real experience 🔥
🎙️ Dimoderatori oleh CEO Farmacare
📅 Minggu, 31 Mei 2026
⏰ 10.00 WITA – selesai
Zoom Meeting
GRATIS + E-Sertifikat
👉 Daftar sekarang: bit.ly/FCFB21
(Sertifikat diberikan kepada peserta yang registrasi, mengikuti webinar sampai selesai, dan mengisi feedback form.)
Jangan sampai ketinggalan ya, Farmapreneur 🙌
Karena owner apotek saat ini bukan lagi harus sibuk di operasional setiap hari, tetapi harus mampu membangun sistem agar bisnis tetap berjalan dan terkontrol dengan baik.
📲 Info selengkapnya:
Adi – 0819-0505-9071










