Cara Membangun Pelayanan Apotek yang Konsisten dengan SOP
Baca artikel selengkapnya di bawah formulir Konsultasi Gratis
Konsultasi Gratis Farmacare
Banyak yang menganggap Standar Operasional Prosedur (SOP) hanya sekadar pelengkap administrasi, padahal sebenarnya dokumen ini adalah panduan utama agar apotek Anda dapat berjalan aman dan mandiri.
Berdasarkan Permenkes No. 14 Tahun 2021, SOP menjadi syarat teknis mutlak dalam standar usaha apotek agar izin usaha Anda disetujui. Aturan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap apotek memiliki standar pelayanan yang seragam, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan di hadapan hukum.
Berikut adalah daftar SOP yang wajib disusun untuk operasional apotek dan poin penting yang harus tercantum di dalamnya :
1. Pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan BMHP
- SOP dalam pengelolaan sediaan farmasi ini bertujuan untuk menjamin legalitas, kualitas, dan ketersediaan stok obat.
- SOP Perencanaan: menggunakan metode konsumsi atau epidemiologi untuk mencegah stok kosong atau berlebih.
- SOP Pengadaan: memastikan pemesanan hanya dilakukan melalui PBF resmi dengan Surat Pesanan (SP) yang ditandatangani Apoteker.
- SOP Penerimaan: pengecekan fisik barang terhadap faktur (nama obat, jumlah, nomor batch, dan tanggal kedaluwarsa).
- SOP Penyimpanan: pengaturan obat berdasarkan bentuk sediaan, suhu (ruang/dingin), serta sistem FIFO/FEFO.
- SOP Pengendalian Stok: pelaksanaan Stock Opname secara berkala untuk memantau selisih stok.
- SOP Penarikan Barang (Recall): langkah cepat jika ada instruksi penarikan obat dari BPOM atau produsen.
- SOP Pemusnahan: tata cara pemusnahan obat dan resep yang telah melewati masa simpan, lengkap dengan Berita Acara.
2. Pelayanan Farmasi Klinis
- SOP dalam pelayanan farmasi klinis berfokus pada interaksi langsung dengan pasien untuk menjamin keamanan pengobatan.
- SOP Skrining Resep: pengkajian administratif, farmasetik, dan klinis sebelum obat disiapkan.
- SOP Penyiapan dan Peracikan: langkah teknis pengambilan obat hingga pencampuran obat racikan agar homogen dan tepat dosis.
- SOP Penyerahan Obat dan PIO: pemberian informasi yang jelas mengenai indikasi, aturan pakai, dan efek samping kepada pasien.
- SOP Konseling: prosedur edukasi khusus di ruang konseling untuk pasien kronis atau penggunaan alat khusus (misal: inhaler).
- SOP Pemantauan Terapi Obat (PTO): langkah untuk memastikan pengobatan pasien mencapai target terapi yang diinginkan.
- SOP Swamedikasi: panduan memberikan rekomendasi obat bebas/bebas terbatas berdasarkan keluhan pasien secara objektif.
- SOP Home Pharmacy Care: prosedur jika apotek melakukan layanan kunjungan rumah untuk edukasi obat.
3. SOP Pendukung (Khusus)
- SOP Pengelolaan Narkotika & Psikotropika: prosedur khusus penyimpanan di lemari ganda dan pelaporan rutin melalui SIPNAP.
- SOP Penanganan Obat Rusak/Kedaluwarsa: cara pemisahan barang yang tidak layak jual agar tidak tercampur dengan stok aktif.
Berikut contoh template SOP yang dapat Anda gunakan di apotek: Template SOP.
Penetapan SOP dan implementasinya penting dilakukan untuk menjamin operasional di apotek berjalan dengan lancar, menjaga kualitas pelayanan, serta melindungi bisnis Anda dari risiko kesalahan kerja. Dengan prosedur yang jelas, tim Anda menjadi lebih sigap dan Anda sebagai pemilik bisnis dapat merasa lebih tenang.










